RESPONS FISIOLOGI TANAMAN KEDELAI PADA FASE PERKECAMBAHAN TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN

Kedelai merupakan komoditas pangan paling strategis di dunia yang memberikan kontribusi luar biasa terhadap ketahanan pangan global dan agroindustri. Memiliki kandungan protein tertinggi di antara tanaman legum lainnya (35–40%), kedelai menjadi sumber protein dan lemak nabati utama bagi masyarakat. Namun, produktivitasnya secara global maupun domestik terus menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim, khususnya peningkatan frekuensi dan intensitas kekeringan. Lebih dari 60% lahan pertanaman legum dunia berada di kawasan yang rentan terhadap defisit air, yang dapat menyebabkan penurunan hasil panen ratarata sebesar 40–70%. Dalam siklus hidup kedelai, fase perkecambahan diidentifikasi sebagai salah satu periode paling kritis dan sensitif terhadap cekaman air. Kegagalan pada tahap awal ini tidak hanyamenghambat proses imbibisi dan aktivasi enzim, tetapi juga berdampak langsung pada pengurangan populasi tanaman di lapangan yang berujung pada kerugian total hasil panen. Buku ini menyajikan pembahasan menyeluruh yang mengulas posisi kedelai sebagai tanaman legum penting, rincian struktur dan karakteristik biji kedelai, mekanisme adaptasi terhadap cekaman kekeringan, dan fisiologi perkecambahan benih kedelai serta responsnya terhadap defisit air, yang diperkuat dengan metodologi simulasi cekaman kekeringan dalam studi fisiologi tanaman, tinjauan kajian molekuler respons tanaman, serta penerapan berbagai jenis marka molekuler untuk deteksi toleransi kekeringan pada fase perkecambahan.
ليست هناك تعليقات:
إرسال تعليق