PARASITOLOGI EPIDEMIOLOGI DALAM PENGENDALIAN INFEKSI PARASIT

 


Hingga saat ini, penyakit akibat infeksi parasit masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat global, khususnya di negara-negara berkembang yang terletak di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Infeksi ini dapat dipicu oleh berbagai agen biologis, mulai dari protozoa, helminth (cacing), hingga arthropoda. beberapa penyakit parasit yang masih menunjukkan angka kejadian (prevalensi) yang tinggi di tingkat dunia antara lain malaria, infeksi Soil Transmitted Helminth (STH), filariasis, toksoplasmosis, serta infeksi protozoa usus. Berdasarkan data global, diperkirakan lebih dari satu miliar orang di bumi mengidap satu atau lebih jenis infeksi parasit, baik dari kelompok protozoa maupun cacing. Dalam jangka panjang, kondisi ini membawa konsekuensi negatif yang signifikan terhadap penurunan status nutrisi, produktivitas kerja, fungsi kognitif, serta kualitas hidup masyarakat yang terdampak (Badri et al., 2025; Kaminsky & Mäser, 2025; World Health Organization, 2020). Helminthiasis (infeksi cacing) menjadi salah satu jenis infeksi parasit dengan sebaran kasus paling luas di dunia, di mana Ascariasis (infeksi cacing gelang) dan infeksi cacing tambang (hookworm) menempati urutan tertinggi. Di ranah global, prevalensi infeksi STH pada anak-anak usia sekolah menyentuh angka sekitar 20,6%, dengan distribusi tingkat penularan yang sangat bervariasi antar-wilayah. Manifestasi klinis dari infeksi STH ini berdampak buruk terhadap status nutrisi, menghambat
pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, serta menurunkan produktivitas penderitanya (Badri et al., 2025; Buchala et al., 2022; World Health Organization, 2017).

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق