Sejak Indonesia merdeka, Lampung termasuk dalam wilayah
Provinsi Sumatera Selatan, namun pada tahun 1964 dimekarkan menjadi provinsi
sendiri yaitu Provinsi Lampung. Salah satu penyebab perpecahan ini adalah
karena perbedaan identitas etnis. Di
Lampung sendiri terdapat banyak etnis; yaitu suku Lampung (Pepadun dan Sai Batin) sebanyak 13%, suku Melayu Sumatera Selatan (Mesuji), suku Jawa
(sebagian besar, 60%) dan suku lainnya. Etnis Jawa lebih banyak jumlahnya di
Lampung karena Lampung telah menjadi daerah tujuan transmigrasi sejak tahun
1905. Identitas Lampung-Jawa juga turut menyebabkan terjadinya pemekaran
wilayah di Lampung.
Di Sumatera, Lampung merupakan daerah yang heterogen karena
komposisi etnisnya yang sangat beragam. Keunikan Lampung dibandingkan provinsi
lain di Sumatera adalah jumlah pendatang lebih banyak dibandingkan penduduk
asli. Kepulauan, artinya sama bahasa dan budayanya, kemudian
terdapat persamaan antar budaya di negara yang mempunyai rumpun Melayu.
Misalnya di Indonesia dan di Malaysia. Banyak persamaan budaya yang hidup dan
berkembang, misalnya persamaan bahasa, pakaian, makanan, tari dan lain
sebagainya.
Misalnya; dari segi bahasa (sudu=sendok); Makanan Rendang (Minangkabau-Malaysia). Identitas
etnis sering digunakan untuk politik (pemekaran wilayah/pemekaran). Suku Jawa di Lampung banyak, namun tidak dominan dalam
politik.
Kebudayaan Jawa dan kebudayaan Lampung
mengalami akulturasi dan peleburan. Kebudayaan
Lampung sudah berubah namun identitasnya masih kuat. Identitas Lampung sangat kuat (Piil Peseinggiri, Nemui
Nyimah, Sakai Sambayan, Nengah Nyappur, Juluk Adok). Kesamaan budaya ini hendaknya menjadi pengikat antar suku di
nusantara, bukan menjadi identitas yang kemudian memecah belah. Kesamaan budaya
ini hendaknya dapat dikembangkan menjadi satu kesatuan “Kebudayaan Nusantara”
bangsa-bangsa yang bersekutu. Salah satu identitasnya adalah identitas
nusantara. Jika identitas nusantara ini dikembangkan secara serius
maka bisa menjadi identitas regional seperti identitas Uni Eropa. Hal ini dapat
menguntungkan secara ekonomi dan politik.