Pangan Balak


 

Masyarakat Lampung Saibatin di Kabupaten Tanggamus memiliki ragam tradisi, salah satunya Tradisi Pangan Balak, dimana tradisi ini merupakan rangkaian satu kegiatan upacara adat istiadat, seperti tradisi yang berkaitan dengan kelahiran, khitanan/Butangekh sampai dengan Nayuh. Pangan Balak merupakan prosesi penutupan dari setiap kegiatan adat tersebut yang melibatkan banyak unsur sebagai simbol sempurnanya sebuah upacara adat.

Tradisi Pangan Balak bagi masyarakat Lampung Saibatin dimaknai sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan dalam bermasyarakat. Keistimewaan dari Tradisi Pangan Balak tercermin dari beragam menu yang menggambarkan kekayaan bumi Tanggamus. Aneka menu tersebut disajikan pada peralatan makan khusus untuk acara adat yang disebut Pahakh Buak. Ciri khas lainnya dari Tradisi Pangan Balak biasanya berbasis pada silsilah kelompok tertentu sehingga dalam pelaksanaan Pangan Balak diselenggarakan oleh kelompok yang seketurunan dan menjadi dasar pengelompokan tempat duduk pada Tradisi Pangan Balak.

Hakikat utama Tradisi Pangan Balak adalah gotong royong, tanggung jawab dan rasa kebersamaan dalam masyarakat Lampung Saibatin. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai luhur, makna simbolik dan fungsional dalam sistem masyarakat adat tetap berjalan dengan baik serta berkesinambungan. Pangan Balak merupakan perwujudan dan bentuk struktur sosial masyarakat bahwa semuanya berfungsi dengan baik, karena didalamnya tercermin pola pengaturan untuk berkolaborasi yang menentukan hak, kewajiban dan posisi pembagian kerja secara adat serta budaya masyarakat Saibatin di Tanggamus.

Tari Kreasi Igol Saibatin


 

Buku Tari Kreasi Igol Saibatin Kekhatuan Semaka adalah sebuah deskripsi dan rangkaian gerak tari berpasangan yang terlaksana pada prosesi perkawinan adat di Kabupaten Tanggamus sebagai peninggalan budaya Kekhatuan Semaka. Tari Igol Saibatin merupakan tarian yang sudah ada sejak dahulu pada jaman Kekhatuan Semaka dan karena telah mulai memudarnya Tari Igol Saibatin, maka pada tahun 2016 bapak Abu Sahlan mulai melestarikan Tari Igol Saibatin dengan cara mengkreasikan gerak Tari Igol Saibatin, didalam setiap gerakan Tari Kreasi Igol Saibatin memiliki makna yang mencerminkan tata krama kehidupan para Muli (Gadis) dan Mekhanai (Bujang) sebagai sisi kelembutan dari seorang Muli dan kegagahan dari seorang Mekhanai.

Tradisi Butattah

 


Buku Tradisi Butattah (Upacara Pemberian Gelar Adat Pada Masyarakat Lampung Saibatin Di Kabupaten Tanggamus) merupakan deskripsi  mengenai  Tradisi budaya  mayarakat Lampung Saibatin Tanggamus mengenai prosesi pemberian gelar adat. Tradisi Butattah menjadi suatu identitas bagi masyarakat Saibatin Tanggamus yang terlihat pada tahapan-tahapan kegiatan adat yang tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang dan hanya dapat dilakukan oleh keturunan Saibaitin yang dilihat melalui silsilah keluarga. Melalui Tradisi Butattah mencerminkan bahwa suatu kedudukan dan  gelar adat sangatlah penting bagi masyarakat Saibatin Tanggamus sebagai tanda kepemimpinan adat. Tradisi Butattah bukan hanya sebagai bentuk pemberian gelar kedudukan namun sebagai bentuk pemberitahuan atau pengumuman kepada masyarakat mengenai keberlanjutan suatu kepemimpinan adat. Pada saat prosesi Tradisi Butattah kedudukan seseorang yang akan menerima gelar adat dapat terlihat pula pada warna Selappai yang digunakkan oleh pengantin pria dan wanita.

Belah Ketupat


Buku Belah Ketupat (Representasi Identitas Masyarakat Kabupaten Tanggamus) ini mendeskripsikan motif Belah Ketupat,  berupa kearifan lokal masyarakat Tanggamus  bersumber dari ragam hias dan  memiliki nilai yang dipandang sakral. Motif Belah Ketupat menjadi perlengkapan wajib yang digunakan dalam setiap tradisi atau upacara adat   dan berfungsi sebagai penanda identitas kelompok  masyarakat beradat Saibatin Tanggamus. Pakem penggunaan motif Belah Ketupat  dilambangkan oleh warna putih, kuning, merah dan hitam dalam sistem masyarakat adat yang mengatur relasi antar kelompok, tata titi komunikasi, pengaturan peran serta fungsi nilai dibalik sebuah motif Belah Ketupat mencirikan identitas masyarakat Tanggamus.


 

PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN PENDEKATAN PARTISIPASI DAN PAUL SHAFFER


Kemiskinan dipandang sebagai keadaan diri seseorang atau sekelompok orang yang mengalami kekurangan. Secara konseptual, kemiskinan dapat dijelaskan melalui konsep-konsep seperti kemiskinan kultural, kemiskinan struktural, dan kemiskinan natural. Pendekatan Paul Shaffer dalam menanggulangi kemiskinan di masyarakat pedesaan secara umum masih relevan. Namun khusus mengenai modal politik yang berupa keikutsertaan dalam organisasi politik dipandang tidak sesuasi dengan pemikiran masyarakat miskin untuk bisa keluar dari kemiskinan. Kemudian modal paksaan juga dipandang tidak signifikan di dalam usaha untuk keluar dari permasalahan kemiskinan.


 

PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI MIGAS BERKONSEP SUSTAINABILITY


Tema-tema menarik yang dikembangkan dalam buku ini antara lai: industri hulu-hilir dan pembangunan berkelanjutan melalui implementasi CSR, konsep pemberdayaan, konsep ekonomi kerakyatan, sumber daya alam dan mineral, perkembangan industri perminyakan di Indonesia, kegiatan usaha industri migas, kontribusi sektor migas,  perencanaan pembangunan wilayah, pengelolaan sektor minyak bumi di Indonesia, pengelolaan migas dengan vertical integrated system collaborative, governance dan pengelolaan lingkungan hidup di kawasan pertambangan, sistem pembangunan berkelanjutan terhadap tata kelola pertambangan, dan model komunikasi pada program csr pemberdayaan wirausaha muda.

 

OPTIMALISASI DANA DESA UNTUK MENANGGULANGI KEMISKINAN

 

Desa sebagai elemen terkecil dari sebuah wujud pembangunan yang dicita-citakan, patut diperhatikan karena adanya dana desa yang dikeluarkan pemerintah pusat. Program tersebut harus dibarengi dengan kemampuan aparatur pemerintah desa untuk menghindari praktik-praktik penyimpangan. Pembangunan desa hanya akan bisa berjalan sebagaimana mestinya jika lembaga pemerintahanya telah siap dengan ilmu pengetahuan, moral, dan mental. Peran masyarakat juga harus ikut berpartisipasi aktif dalam upaya pengontrol kebijakan, sehingga masyarakat sebagai subjek pembangunan.

Strategi mengoptimalkan orgnisasi yang ada di masyarakat untuk menyambut dana desa yaitu  penguatan kelembagaan yang bisa dilakukan dengan pengajaran soft skill pada aparatur pemerintahan di tingkat desa. Penguatan organisasi yang dilakukan akan berdampak pada serangkaian upaya membangun masyarakat untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik, lebih sejatrera dan lebih adil. Pengembangan organisasi masyarakat bisa dimanfaatkan sebagai optimalisasi dana desa yang diberikan oleh pemerintah yang diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaran pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan.


PERILAKU HARIAN RUSA DI PENANGKARAN UNIVERSITAS LAMPUNG




Rusa merupakan salah satu sumber daya genetik yang ada di Indonesia dan terdapat empat spesies rusa endemik di Indonesia yaitu: rusa sambar (Cervus uni-color), rusa timor (Rusa timorensis), rusa bawean (Axix kuhli) dan muncak (Muntiacus muntjak). Rusa timor (Rusa timorensis) merupakan salah satu keanekaragaman dan kekayaan satwa yang ada di Nusa Tenggara Timur, tetapi keberadaan populasi rusa timor semakin menurun sebagai akibat adanya perburuan liar untuk berbagai kepentingan. Rusa Timor mempunyai ukuran tubuh kecil, dahi cekung, tungkai pendek, gigi seri relatif besar, ekorpanjang, dan bulu atau rambut berwarna coklat kekuning-kuningan, pada rusa jantan memiliki ranggah yang relatif besar, ramping, panjang dan bercabang sedangkan pada rusa betina tidak memiliki ranggah, ukuran tubuh yang lebih kecil, dan memiliki waktu kebuntingan selama 8 bulan, dengan jumlah kelahiran tunggal Rusa untuk mencapai perlindungan dan perkembangbiakannya perlu dipahami berbagai aspek ekologinya, salah satunya adalah informasi tentang perilaku harian satwa sebagai informasi dasar untuk pemahaman mengenai pakan, reproduksi, ekologi dan habitat.

ADAPTASI KEBIASAAN BARU PRAKTIK MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19

 


Pandemi Covid-19 yang terjadi lebih dari dua tahun  telah merubah pola berpikir, perilaku dan gaya hidup banyak orang. panjangnya masa pandemi mmbuat semua orang untuk bersikap dalam melanjutkan kehidupannya. adaptasi kebiasaan  baru  harus  dilakukan.  Bagaimanapun  juga  kita  harus  berdamai dengan situasi ini, hidup berdampingan dengan virus. Salah satu aktifitas yang dekat dengan resiko   tingginya penularan adalah aktifitas dipelayanan kesehatan, seperti mahasiswa yang melakukan praktik klinik. 

Morfologi


 

Morfologi sendiri adalah cabang ilmu bahasa yang mengidentifikasi satuan-satuan pembentuk kata sebagai satuan gramatikal. Fungsi utama dari morfologi ini adalah untuk meningkatkan jumlah kata yang sudah ada dalam kamus, meningkatkan jumlah bentuk morfologi yang dapat dipilih. Kata-kata dalam leksikon bahasa bersifat leksikal, dasar, dan abstrak.

Didalam buku ini terdapat beberapa judul yang sangat bermanfaat bila dibaca oleh para pembaca. Adapun beberapa judul itu ialah, konsep dasar morfologi, Kelas kata, Proses Morfologi, Afiksasi, dan Macam-macam Prinsip pengenalan morfem. Semoga buku yang disusun ini dapat memberikan banyak manfaat kepada para pembacanya. 

Tumbuhan Obat dan Cara Pengolahannya


 

Buku ini disusun secara terstruktur pada setiap bab-babnya yang terdiri dari 5 aspek yaitu (a) taksonomi, (b) morfologi, (c) penyebaran, (d) manfaat dan (e) pengolahan.  Para pengguna dapat menelusuri dan mempelajari lebih  dalam lagi jenis tumbuhan tersebut ataupun langsung praktek pengobatan baik untuk diri sendiri maupun kerabat dekatnya.  

Untuk dunia industri farmasi tentu tumbuhan obat ini merupakan peluang bisnis yang strategis (bioprospecting).  Pengolahan tumbuhan dapat ditingkatkan melalui teknologi sehingga lebih cepat dan higienis dalam jumlah yang banyak.

Seringkali kita tidak menyadari jika tumbuhan di sekitar kita ternyata bermanfaat untuk mengobati penyakit.  Melalui buku inilah disajikan tumbuhan yang sering dijumpai dan berkhasiat obat.  Kadang-kadang disaat kondisi ekonomi sulit kita terkena penyakit, namun dengan usaha dan doa kita dapat menggunakan tumbuhan obat ini untuk mengatasinya.

Semoga buku ini bermanfaat baik bagi masyarakat umum, akademisi maupun industri farmasi.  

WHAT’S WRONG WITH PARTS OF THESIS

 




Buku Panduan Penulisan Tesis ini dimaksudkan untuk membantu menuntun mahasiswa dalam menyusun tesis sesuai kaidah yang sudah ditentukan.  Berbeda dengan skripsi, yang berciri fact finding, transfer of technology, tesis bersifat pendalaman yang menuntut adanya “adaptasi dan atau modifikasi” dari pencapaian ilmu dan teknologi yang telah ada. Tesis berisi pengembangan dan penetapan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik murni maupun aplikasi, yang perlu disajikan secara sistematis dan compatible dengan sajian-sajian karya ilmiah nasional dan internasional yang menggunakan kaidah kaidah keilmuan bahasa Indonesia. Sistem penjaminan mutu akademik di universitas perlu dikawal dengan sebaik-baiknya, utamanya pada tahap input proses, output dan outcome. Tesis merupakan karya ilmiah yang mencirikan akhir dari studi magister merupakan puncak pemikiran dan hasil kinerja akademik mahasiswa.